SHILATURAHIM DAN KONSOLIDASI KEUMMATAN DENGAN KETUA UMUM PP PERSATUAN ISLAM (PERSIS)

Source : PB PII




Dua jam sebelum bershilaturahim dengan Pa Noorsjaf pada tanggal 05 september 2012, Ketua Umum PB PII melakukan gerakan konsolidasi keummatan secara maraton, yaitu pertama menemui seorang ulama bernama Prof. Dr. KH. Maman Abdurrahman yang selaku Ketua Umum PP Persatuan Islam (PERSIS) di kantor pusat Bandung-Jawa Barat. Pada kesempatan itu, Ketua Umum PB PII didampingi oleh Helmi Al Djufri (Bendahara Umum PB PII) dan M. Salman Ramdhani (Ketua Umum PW PII Jabar). Bermodal semangat mensosialisasikan visi misi PB PII 2012-2015 dengan menjaring kekuatan dari kalangan ulama, maka PB PII ketika itu menyampaikan bagaimana gerakan keummatan pada abad ini yang cenderung semakin terpisah visi keislamanya antar ormas Islam dapat bersinergi dalam membina generasi. PII diposisikan kembali sebagai lembaga pengkaderan yang dipercaya masyarakat, dan ormas Islam berperan mendorong orang tuanya untuk menaruh kepercayaan kepada organisasi pelajar Islam ekstra sekolah untuk dikader.

PII dahulu kala mampu memiliki anggota yang sangat massif, hingga kini sudah banyak jebolan PII yang menjadi manusia bermanfaat masuk di segala sektor. ini merupakan prestasi gemilang yang tidak dapat dipungkiri keberhasilan kaderisasinya. Untuk itu, ulama sebagai tokoh masyarakat dan panutan masyarakat, ucapannya dapat menjadi referensi bagi masyarakat agar PII dapat diterima secara baik dan sebagai kelompok gerakan kecendekiaan di tengah-tengah masyarakat. Menurut Randi Muchariman, masyarakat tidak tahu, bahwa mereka memiliki kader ummat yaitu PII. PII merupakan asset berharga dan sangat mahal jika masyarakat mengetahui eksistensi dan peranan PII selama ini khususnya di abad ini. Mungkin juga bukan hanya masyarakatnya yang tidak tahu, ada faktor lain mungkin kader PII nya itu sendiri yang belum maksimal menjalankan peranannya dan belum bersosialisasi dengan baik di antara masyarakat. Harapan kami selaku PB PII dapat mendorong kader PII di tingkat komisariat hingga wilayah untuk bergandengan tangan bersama para guru dan orang tua untuk menyuarakan gerakan PII, tidak perlu lagi merasa minder, malu, atau pesimis jika memiliki kekurangan. Dan para ulama dapat membantu gerakan PII dengan segala potensinya. Untuk itu, suatu keniscayaan jika PII tidak dapat lepas dari peranan ulama, guru dan orang tua.

Menanggapi hal itu Prof. Dr. KH. Maman Abdurrahman memberikan banyak sekali nasihat dan pesan berharga bagi PB PII. Menurut pengakuan beliau, baru kali ini ada pengurus PII apalagi Pengurus Besar PII datang shilaturahim kepada kami (ulama). Bagi saya ini sangat mengharukan dan membuat saya terkejut, ternyata PII masih hidup dan masih mau mendekati ulama. Ini sinyal bahwa PII akan bangkit kembali sebagaimana masa keemasan. Karena PII dahulu juga berjuang bersama ulama, tentara, dan masyarakat. Tapi, lho ko sudah lama sekali kami belum mendengar lagi gerakan seperti itu. Semoga kedatangan PB PII di kantor PP PERSIS ini menjadi langkah awal memulai lembaran baru. Bagi kami, PII adalah organisasi ideal yang mesti hidup dan kekal di Indonesia. Tanpa kehadiran PII di tengah-tengah ummat, akan semakin terpuruknya bangsa ini, karena generasi muda tidak ada yang membina, dan akan terjadi kekosongan. Kalau cuma mengandalkan pendidikan di sekolah-sekolah mau jadi apa masa depan bangsa kita, kita tau sendiri ajaran Islam yang diajarkan di sekolah-sekolah sangat begitu jauh dari substansi. Untuk itu, PII mengisi kekosongan tersebut dalam membina pelajar khususnya akhlak, aqidah, dinul Islamnya, dan mentalnya, kalau intelektual itu bisa didapat dimana-mana. Beliau kemudian menanyakan bagaimana hubungan atau posisi PII dengan IPP (Ikatan Pelajar Persis) ? karena Persis pun memiliki sayap pelajarnya (IPP). Helmi Al Djufri mewakili Ketua Umum menjawab hal itu, bahwa pada mula pendirian IPP tidak lepas juga dari peranan kader PII yang menjadi santri Persis. Bahkan beberapa ketua bidangnya banyak dari kader PII. Pada prinsipnya PII sangat mendukung pendirian IPP di berbagai daerah, PII akan membantu IPP dalam pendirian IPP yang ada PII nya di suatu daerah. Karena, gerakan pelajar mesti kuat. IPP sudah memiliki infrastruktur sebagaimana IPM dan IPNU, tidak seperti PII. Karena PII milik ummat, dan apa yang menjadi miliki ummat adalah milik PII juga, termasuk Persis. Gerakan IPP dan PII memang belum bersinergi dan berjalan secara kuat, karena IPP sendiri belum memiliki konsep kaderisasi. Dalam kondisi ini, saya secara pribadi banyak berbagi pemikiran dan pengalaman mengenai kaderisasi untuk diterapkan di IPP. Di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat banyak pengurus HIMA Persis dan Pengurus IPP Pusat yang pernah menjadi anggota PII di pesantrennya, saya pun alumni santri pesantren Persis dan mengenal PII di pesantren Persis, kami sering bertemu untuk berdiskusi dan bekerjasama dalam kegiatan walaupun intensitasnya masih terbatas.

Pada shilaturahim tersebut, Pa Kiyai Maman Abdurrahman menekankan pada persoalan aqidah. Bahwa pemurtadan ummat kini selain mengajak masuk ke agama Kristen (pindah agama) namun gerakannya kini lebih sadis, yaitu menyesatkan ummat dengan takhayul-takhayul dan khurofat. Sehingga ketika ummat sudah masuk ke dalam perbuatan syirik, maka akan dengan sangat mudah para missionaris mengajak ummat muslim untuk pindah agama. Penghancuran Islam kini bukan saja dari agama kafir, tapi oleh ummat muslim itu sendiri, seperti syi’ah, LDII, dan aliran kepercayaan yang selalu tumbuh dan berkembang di mana-mana. Ulama sekarang sudah dijauhi oleh ummat, karena mereka lebih memilih mengidolakan para artis dan selebritis. Banyak juga orang tuanya sekarang tidak dijadikan tauladan anak-anaknya. Serangan budaya sudah semakin besar dan massif, semoga PII bisa mengantisipasi kehancuran generasi muda dan mampu menyiapkan kader terbaik untuk memimpin bangsa Indonesia dan ummat manusia.

Laporan: Bung Helmy

Loading image. Please wait
SHILATURAHIM DAN KONSOLIDASI KEUMMATAN DENGAN KETUA UMUM PP PERSATUAN ISLAM (PERSIS)
SHILATURAHIM DAN KONSOLIDASI KEUMMATAN DENGAN KETUA UMUM PP PERSATUAN ISLAM (PERSIS)
SHILATURAHIM DAN KONSOLIDASI KEUMMATAN DENGAN KETUA UMUM PP PERSATUAN ISLAM (PERSIS)
SHILATURAHIM DAN KONSOLIDASI KEUMMATAN DENGAN KETUA UMUM PP PERSATUAN ISLAM (PERSIS)
SHILATURAHIM DAN KONSOLIDASI KEUMMATAN DENGAN KETUA UMUM PP PERSATUAN ISLAM (PERSIS)

PII Dalam Berita

PB PII Mendukung MUI

PB PII DUKUNG SIKAP MUI TERKAIT RUU JAMINAN PRODUK HALAL (JPH)
Di tengah hiruk pikuk perpolitikan nasional hingga global, Indonesia khususnya ummat muslim menjadi sasaran dan objek pendeskriditan oleh berbagai kelompok besar. Isu panas yang muncul saat ini adalah hadirnya RUU Jaminan Produk Halal (JPH)

Silaturahim Tokoh

Silaturahim ke Pelaku Sejarah

Catatan Hati Generasi Baru
Di usia yang hampir 90 tahun, Pa Noorsjaf masih terlihat segar jika ingin mendirikan sholat. Baginya, yang terpenting dalam hidupnya adalah sholat dan mendedikasikan dirinya untuk dunia pendidikan.

Pernyataan Sikap

PERNYATAAN SIKAP PBPII 2013 - 2015



Pernyataan Sikap Atas Muhaimin Iskandar

Pernyataan PB PII atas kurikulum 2013

Pernyataan Sikap Palestina

Pernyataan Sikap PII dlm Poros Pelajar


PII Remembrance











PB PII MENJADI PESERTA RAPAT DENGAR PENDAPAT TENTANG RUU YANG TERKAIT KEUMMATAN BERSAMA FRAKSI PKS DPR RI 21 FEBRUARI 2013


PB PII MENGHADIRI RAPAT ANGGOTA TAHUNAN (RAT) BMT BINA UMMAT SEJAHTERA 16 Februari 2013


SHILATURAHIM DAN KONSOLIDASI KEUMMATAN DENGAN KETUA UMUM PP PERSATUAN ISLAM (PERSIS)


Presented by